Simbol-simbol dalam Gereja Katolik

Nimbus

Nimbus adalah lambang kemuliaan yang digunakan pada lukisan atau gambar yang biasa bentuknya bulat. Nimbus itu biasanya digambarkan pada orang-orang kudus. Coba perhatikan gambar nimbus pada gambar Yesus, Maria atau orang kudus lainnya. Gereja meyakini para kudus ini sudah mulia di dalam surga.

 

Pedang

Lambang pedang dihubungkan dengan Santo Paulus. Paulus mati sebagai martir dengan cara dipenggal kepalanya dengan pedang. Ia seorang Romawi maka ia tidak disalibkan seperti para murid Yahudi lain yang mati di salib. Peraturan Romawi tidak memperbolehkan warganya mati di salib karena mati di salib dianggap cara mati yang paling hina. Penyaliban hanya diperuntukkan bagi penjahat atau budak.

Pelangi

Pelangi menjadi lambang kesetiaan Allah. Dalam kitab Kej 4: 8-17 dikisahkan Allah mendatangkan banjir besar setelah hujan selama 40 hari. Semua makhluk di bumi mati, hanya keluarga Nuh dan hewan-hewannya yang masuk ke dalam bahtera Nuh yang selamat. Nuh adalah orang yang saleh dan memuliakan Allah dan Allah senang dengan apa yang dibuat Nuh. Dan Allah berjanji tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi. Allah berfirman: “Pelangi Kutaruh di awan menjadi tanda-tanda perjanjianKu itu”. Oleh karena itu kita senang setiap kali melihat pelangi di langit. Selain karena warnanya yang indah, kita pun lalu ingat pada janji Allah yang tidak akan mendatangkan banjir besar lagi.

Tangkai Gandum dan Anggur

Roti biasanya dibuat dari gandum. Anggur bagi beberapa bangsa menjadi minuman utama. Roti dan anggur menjadi lambang Ekaristi. Dua hasil bumi ini menjadi bahan persembahan pokok yang akan diubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus dalam perayaan Ekaristi.

 

Kulit Kerang
Kerang, terutama  cangkang kerang laut, adalah simbol Pembaptisan. Lambang ini banyak ditemukan di alat-alat baptis yang digunakan oleh Romo.

About these ads

About komisirekatsby

Komisi Rekat adalah Sarana Pastoral Keuskupan Surabaya yang mengkhususkan diri pada pendampingan iman para Remaja Katolik khususnya di Keuskupan Surabaya.
This entry was posted in Warnasari Katolik and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s